Silverlight, Bisakah Menandingi Flash?

silverlight

Microsoft sepertinya sedang mencoba menggebrak dunia Rich Internet Application (RIA) dengan mengeluarkan teknologi terbarunya, Microsoft Silverlight. Silverlight akan mencoba untuk bersaing di dunia yang selama ini hanya ada satu penguasa di sana, Flash. Silverlight menawarkan teknologi alteratif yang dapat digunakan untuk menciptakan efek WOW pada sisi user experience.

4 tahun yang lalu, di awal kuliah, saya berkenalan dengan Macromedia Flash sebagai sebuah aplikasi yang digunakan untuk membuat animasi. Beberapa waktu berselang saya mendapati bahwa Flash tak hanya digunakan sebagai tools penghasil animasi, melainkan juga sebuah teknologi yang dapat menciptakan efek-efek user interface yg menakjubkan pada suatu website. Dan, setahu saya hanya Flash-lah yang bermain di segmentasi tersebut, hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu Microsoft Silverlight lahir.

Pertanyaannya, sanggupkah Silverlight menyaingi Flash yang sudah sekian lama begitu berkuasa di dunia Rich Application Internet?Dari sisi teknis, sepertinya keduanya tidak terlalu jauh, setidaknya dari kacamata orang awam seperti saya :P . Keduanya sama-sama dapat menghasilkan feature-feature yang memperkaya website dengan pengalaman serasa menggunakan aplikasi desktop. Jika demikian, kenapa saya harus pindah ke Silverlight yang memaksa saya untuk belajar lagi dari nol untuk menggunakannya? Sedangkan di tangan saya sekarang sudah ada Flash yang saya sudah cukup familiar dan terbiasa dengannya. Nah, bagi orang awam seperti saya, tentu saja harus ada nilai lebih dari Silverlight yang memancing saya untuk mencoba menggunakannya, selain rasa ingin tahu tentunya.

Beruntung bagi Si Silverlight, dia dilahirkan dari rahim perusahaan yang jago dalam hal ‘memaksa’ publik untuk menggunakan produknya, Microsoft. Ya, nama dan pengaruh besar Microsoft tentu saja merupakan bahan bakar super yang dapat menjadi tenaga pendorong roket Silverlight untuk mengejar Flash. Kita tunggu saja, mampukah Silverlight menandingi Flash.

Eits, ingat juga masih ada kuda hitam lain yang secara teknis mungkin berbeda dari Silverlight dan Flash, tapi justru bisa ikut merebut pasar mereka. Kuda hitam itu adalah ( jreng..jreng..jreng..) AJAX.

2 responses to “Silverlight, Bisakah Menandingi Flash?”

  1. widhi adrianna

    Andriy…seneng deh liatnya… ^^

  2. ahnShev

    Oops, ada widhi.hehe..
    hhmmm…makasih2 Wid. ^^

add comments

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »