Renungan di Hari Pendidikan

2 Mei. Ada yg ingat ini hari apa?
“Hari Jumat!”
Jika itu jawaban Anda, maka pertanyaan selanjutnya adalah:
Anda terlalu cerdas atau terlalu naif?
Haha… apapun,  bukan itu permasalahannya.
Seberapa banyak orang yang ingat bahwa hari ini diperingati sebagai hari pendidikan, tidaklah terlalu penting.
Seberapa banyak orang yang paham atas hakikat pentingnya pendidikan di hari ini (saat ini)? that’s what I’m talking about.

Coba lihat kembali sekeliling kita.
Seberapa banyak anak-anak yg menyalak di jalanan karena belum mendapat pendidikan yang seharusnya menjadi hak.
Atau bahkan mereka tidak sadar atau sengaja ditidaksadarkan bahwa mereka punya hak atau…
Kenapa?
Ah, tolong jangan sebut itu lagi.
jangan sebut-sebut masalah ekonomi lagi.
Indonesia negeri kaya yg salah urus.
Dan, sepertinya sudah terlalu banyak pikiran2 dari pemikir2 yg yang berpikir bahwa sistemya harus begini, ininya harus begini, dan itunya harus begitu.
Apalah arti sistem kalau manusianya tak tersistem.
Sudahlah, aku tak berkompeten untuk juga melangkah ke sana.
Lebih baik aku bercermin lagi ,
Seberapa sering aku bolos kuliah karena males?
Termaafkankah terlambat masuk kelas karena ngantuk?
Bisa dimaklumikah copy-paste tugas teman karena “kalau bisa dibuat mudah kenapa dipersulit”?
aduhhhh….
kita bener2 harus malu dengan Lintang. (sudah kubilang, kalian harus baca Laskar Pelangi. Temuilah Lintang di buku itu.)
haha…
apapun lah..
toh, ini cuma tulisan ngga’ jelas.

6 responses to “Renungan di Hari Pendidikan”

  1. Widhi Adrianna

    Yup, kemaren adalah hari pendidikan yang ke-100!
    Dan ironisnya baca koran kemaren ada berita tentang penjualan ilegal soal Ujian Nasional!
    Apa-apaan ini???!!!
    Wua, saya jadi ingin berhenti berlangganan koran saja! Soalnya kita di situ bener2 dijejalkan berbagai realita hidup baik di dunia dan Indonesia. Dan jujur, saya sudah tidak kuat lagi. Masa tiap pagi harus emosi gara-gara berita di koran. Benar-benar menambah memori otak saja. Tapi sayangnya saya kok tidak pernah bertemu pak pengentar korannya ya?? Hahaha

  2. aJOemOni

    ayoo majukan indonesia..
    salam perdjoeangan :D

  3. ahnShev

    @adrianna
    weits, lah kok bisa koran yg disalahin?
    Ya begitulah realitas yg ada saat ini.
    Yah, seengga’nya kita ngga’ apatis2 banget lah.
    Yeah, jangan berhenti langganan koran duonk, apalagi blum lunas tuh bayarnya. haha..

    @aJOemOni
    ayooo sekolaaah!! hehe..
    Salam perdjoeangan!

  4. alen

    Jadi inget Upacara waktu dulu di SMA, tiap senen… jadi apal UUD, apal Pancasila, tp skrg pancasila aja jgn2 Lupa… hahhaa…

  5. Dimaz Arno

    Militansi Ideal!!!

  6. ahnShev

    @alen
    haha…syukurlah kalo pernah rajin upacara, pernah hafal UUD n Pancasila. tapi, klo skarang lupa mnurutku ngga’ papa juga si. ngga’ terlalu penting buat dihafalkan, yang penting diamalkan. Toh, juga sepertinya terlalu sempit kalo hidup kita cuma berpedoman sama UUD & Pancasila. hehe..
    (aduh, maap2 buat guru2ku yg ngajar ppkn & pancasila, hehe)

    @Dimaz Arno
    pastinya kaka’.
    bersama membangun negeri.”Buatan Indonesia, Mengapa Tidak?”
    Militansi Ideal!

add comments

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »